CYBER MARKET (PASAR ONLINE) DILIHAT DARI TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK
CYBER MARKET (PASAR ONLINE) DILIHAT DARI TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK.
Teori interaksionisme simbolis memahami realitas sebagai suatu interaksi yang dipenuhi berbagai simbol. Kenyataan merupakan interaksi interpersonal yang menggunakan simbol-simbol. Individu secara aktif mengkonstruksikan tindakan-tindakannya dan proses interaksi dimana individu menyesuaikan diri dan mencocokan berbagai macam tindakannya dengan mengambil peran dan komunikasi simbol.
Asumsi Teori Interaksionisme Simbolis
Menurut Turner ada empat asumsi dari teori interaksionisme simbolis, yaitu:
a. Manusia adalah Makhluk yang Mampu Menciptakan dan Menggunakan Simbol
Tindakan individu dipahami sebagai suatu tindakan yang memilki makna dan arti subjektif bagi dirinya dan dikaitkan dengan orang lain. Dalam proses melakukan tindakan sosial terdapat proses pemberian arti atau pemaknaan. Prose pemberian arti atau pemaknaan mengahsilkan symbol. Ketika tindakan sosial dilakukan oleh dua orang atau lebih maka pada saat itu dua anak manusia atau lebih sedang menggunakan atau menciptakan simbol.
Misalkan sarung dalam dunia orang dewasa dapat dimaknai dengan berbagai macam cara. Sarung bisa diinterpretasikan sebagai simbol kekolotan, keterbelakangan atau ketradisionalan. Tetapi bisa juga dimaknai sebagai simbol kesederhanaan atau kereligiusan.
b. Manusia Menggunakan Simbol untuk Saling Berkomunikasi
Manusia menciptakan simbol melalui pemberian nilai atau pemaknaan terhadap sesuatu (baik berupa bunyi, kata, gerak tubuh, benda, atau hal lainnya). Sesuatu yang telah diberi nilai atau makna disebut dengan simbol. Melalui simbol tersebut manusia saling berkomunikasi. Contoh yang paling jelas adalah bahasa, bahasa adalah simbol utama yang diperlukan dalam berkomunikasi. Oleh sebab itu sulit dibayangkan seseorang dapat berkomunikasi jika tidak dapat menguasai satupun bahasa, paling tidak bahasa isyarat. Sebuah komunikasi akan berjalan lancar jika para pihak yng terlibat dalam komunikasi tersebut menggunakan simbol yang diartikan secara bersama dan dapat dipahami secara bersama. Biasanya simbol yang dapat dipahami bersama adalah bahasa pengantar yang dapat dipakai dimana saja seperti bahasa nasional dan bahasa internasional ( bahasa Inggris).
c. Manusia Berkomunikasi Melaluai Pengambilan Peran (Role Taking)
Pengambilan peran (role taking) merupakan pengambilan peran yang mengacu pada bagaimana melihat situasi sosial dari sisi orang lain dimana dari dia kita akan memperoleh respon. Dalam proses pengambilan peran manusia menempatkan dirinya dalam kerangka berfikir orang lain. Didalam proses pengambilan peran, seseorang mempertimbangkan atau mengantisipasi peran orang lain yang dianggap sesuai dengan kebutuhan atau sering muncul dalam hidupnya, dikenal dengan significant other.
d. Masyarakat Terbentuk, Berubah dan Bertahan Berdasarkan Kemampuan Manusia Untuk Berfikir, Untuk Mendefenisikan, Untuk Melakukan Refleksi-Diri Dan Untuk Melakukan Evaluasi.
Masyarakat dibentuk, dipertahankan dan diubah berdasarkan kemampuan manusia yang dikembangkan melalui interaksi sosial. Kemampuan manusia dalam berfikri, mendefenisikan, refleksi-diri dan evaluasi berkembang melalui interaksi sosial. Jadi proses interaksi sosial sangat penting dalam mengembangkan kemampuan manusia. Dengan kemampuan tersebut, melalui proses interaksi juga, manusia membentuk, mempertahankan, dan merobah masyarakat.
Pasar Online
Dalam pengertian sederhana, pengertian pasar adalah sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa. Sedangkan arti pasar adalah suatu tempat dimana pada hari tertentu para penjual dan pembeli dapat bertemu untuk jual-beli barang. Adapun definsi pasar adalah sebagai mekanisme (bukan hanya sekedar tempat) yang dapat menata kepentingan pihak pembeli terhadap kepentingan pihak penjual.
Mekanisme tersebut tidak hanya dimengerti sebagai cara pembeli dan penjual bertemu dan kemudian berpisah, tetapi lebih dari itu harus dimaknai sebagai tatanan atas berbagai bagian, yaitu para pelaku seperti pembeli dan penjual, komoditas yang diperjualbelikan, aturan main yang tertulis maupun tidak tertulis yang disepakati oleh para pelakunya.
Pasar sendiri memiliki tiga fungsi, yaitu: fungsi distribusi, fungsi pembentukan harga, dan fungsi promosi. Sedangkan menurut fisiknya, jenis pasar dibedakan ke dalam pasar konkret dan pasar abstark. Pasar konkret merupakan tempat pertemuan antara pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi secara langsung. Barang yang dijual belikan juga tersedia di pasar tersebut. Sedangkan pasar abstrak merupakan pasar tidak nyata dimana transaksi antar penjual dan pembeli hanya dilakukan melalui telepon, internet, dll. Interaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli akan menentuakn tingkat harga suatu komoditas (barang atau jasa) dan jumlah komoditas yang diperjual belikan.
Pasar online merupakan contoh dari pasar abstrak, dimana seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa pasar abstrak adalah pasar dimana transaksi antara penjual dan pembeli tidak dilakukan secara langsung (bertatap muka) melainkan dilakukan lewat telepon atau internet sebagai alat perantara. Didalam pasar online pembeli dan penjual tidak bertemu langsung dalam melakukan tawar menawar ataupun dalam melihat produk yang dibutuhkan oleh pembeli.
Dalam pasar online misalnya, produsen dapat memasarkan hasil produksinya tanpa harus bertemu langsung oleh pembeli, cukup dengan mengupload berbagai hasil produksi seperti baju, jam tangan, sepatu dsb serta mencantumkan harga barang tersebut ke situs jaringan penjualan online (internet), maka barang yang sudah diproduksi akan secara langsung dapat dilihat oleh konsumen. Selainitu oleh produsen pasar online merupakan salah satu alternative baru yang memudahkan mereka dalam memasarkan produk mereka, tanpa memakan biaya yang tinggi, para produsen cukup melakukan promosi melalui media internet dengan kata-kata yang menggunakan bahasa yang lugas dan kreatif, sehingga nantinya akan menarik pembeli untuk membeli produk yang dipasarkan.
Biasanya pembeli yang menginginkan produk dari pasar online harus menjalankan berbagai tahapan dulu sebelum mendapatkan produk yang diinginkannya. Dalam melakukan transaksi dipasar online biasanya pembeli melihat produk-produk yang diinginkannya melalui browsing, kemudian jika pembeli tertarik dengan produk yang disediakan oleh penjual, maka pembeli akan menghubungi nomor telfon yang sudah ada diketerangan gambar dan urusan selanjutnya masalah pengiriman produk dan pembayaran akan disepakati secara bersama antara penjual dan pembeli. Biasanya pembelian produk di pasar online membutuhkan tingkat kehati-hatian yang tinggi agar tidak tertipu oleh para penipu didunia maya tersebut. Biasanya untuk mengatasi masalah yang satu ini pembeli cendrung membeli produk online dari situs yang dapat dipercaya, kepercayaan ini didapat dari cerita-cerita dan pengalaman orang-orang yang pernah melakukan pembelian online disitus tersebut.
Seperti yang diungkapkan diatas bahwasannya manusia menggunakan simbol untuk saling berkomunikasi. Sebuah komunikasi akan berjalan lancar apabila pihak-pihak yang terlibat didalam komunikasi tersebut menggunakan simbol yang dapat mereka pahami secara bersama. Sama seperti didalam pasar tradisional pasar online juga menggunakan simbol bahasa dalam melakukan komunikasi, yang membedakannya adalah jika didalam pasar tradisional penjual dan pembeli melakukan transaksi jual beli secara langsung dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa verbal maka yang terjadi dipasar online adalah sebaliknya, penjual dan pembeli berkomunikasi secara tidak langsung, mereka berkomunikasi melalui media perantara seperti telefon, internet,dsb. Melalui media perantara itulah nantinya komunikasi mereka terjalin, penetapan harga, tawar menawar, dan pengiriman uang serta pengiriman barang.
Untuk mendapatkan pelanggan yang banyak, produsen didalam pasar online harus dapat membangun “trust”. Agar para pembeli dapat mempercayai produk mereka dan berinisiatif untuk melakukan transaksi jual beli di situs mereka. Trust dapat dibangun dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, dapat meyakinkan seseorang terhadap produk yang kita miliki dan kelebihan yang ditawarkan itu sangat penting dalam memasarkan produk melalui pasar online. Tidak seperti pasar lainnya, pasar online hanya dapat memberikan contoh barang melalui foto dan keterangan dari produk tersebut misalnya, size, colour, price, merek, dsb. Untuk itu didalam pasar online bahasa non verbal merupakan simbol yang digunakan antara penjual dan pembeli.
Selain itu tidak jarang juga orang-orang yang melakukan pembelian online karena merek barang yang dipasarkan, yang susah didapatkan dipasar atau toko-totko terdekat dan kalaupun ada barang yang di dapatkan di toko-toko tersebut tidak original atau lebih dikenal dengan kwalitas (kw). Misalnya sepatu crocs, sepatu crocs yang beredar dipasaran tidaklah original, jadi bagi seseorang yang mempunyai selera style yang tinggi dan benar-benar mempersoalkan keoriginalan merek barang yang akan dibeli. Maka pasar online menjadi alternative baru bagi individu dengan sifat seperti ini untuk mendapatkan produk yang mereka inginkan.
Oleh individu yang bersifat seperti ini, mereka menggunakan merek sebagai simbol untuk berkomunikasi dengan sesama anggota kelompok mereka yang juga seperti itu.
A. TEORI SOSIOLOGI TENTANG PASAR
1. Teori Struktural Fungsional
Teori struktural fungsional menjelaskan bagiaman berfungsinya suatu struktur. Setiap struktur akan ada sepanjang dia memilki fungsi.
Asumsi Teori Struktural Fungsional
a. Setiap masyarakat terdiri dari berbagai elemen yang terstruktur secara relative mantap dan stabil.
b. Elemen-elemen terstruktur tersebut terintegrasi dengan baik.
c. Setiap elemen dalam struktur memiliki fungsi, yaitu memberikan sumbangan pada bertahannya struktur itu sebagai suatu sistem.
d. Setiap struktur yang fungsional dilandaskan pada suatu konsesus nilai di antara para anggotanya.
2. Teori Struktural Konflik
Teori struktural konflik menjelaskan bagaimana struktur memilki konflik. Berbeda dengan teori struktural fungsional yang menekankan pada fungsi dari elemen –elemen pembentuk struktur, teori struktural konflik melihat bahwa setiap struktur memiliki elemen yang berbeda. Elemen yang berbeda tersebut memiliki motif, maksud, kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda pula. Perbedaan tersebut memberikan disintegrasi, konflik dan perpecahan.
Asumsi Teori Konflik
a. Setiap masyarakat dalam setiap hal, tunduk pada proses perubahan, perubahan sosial terdapat dimana-mana.
b. Setiap masyarakat, dalam setiap hal, memperlihatkan pertikaian dan konflik, konflik sosial terdapat dimana-mana.
c. Setiap elemen dalam suatu masyarakat menyumbang disintegrasi dan perubahan.
d. Setiap masyarakat didasarkan pada paksaan dari beberapa anggotanya atas orang lain.
3. Teori Interaksionisme Simbolik
Teori interaksionisme simbolis memahami realitas sebagai suatu interaksi yang dipenuhi berbagai simbol. Kenyataan merupakan interaksi interpersonal yang menggunakan simbol-simbol. Individu secara aktif mengkonstruksikan tindakan-tindakannya dan proses interaksi dimana individu menyesuaikan diri dan mencocokan berbagai macam tindakannya dengan mengambil peran dan komunikasi simbol.
Asumsi Teori Interaksionisme Simbolis
Menurut Turner ada empat asumsi dari teori interaksionisme simbolis, yaitu:
a. Manusia adalah Makhluk yang Mampu Menciptakan dan Menggunakan Simbol
Tindakan individu dipahami sebagai suatu tindakan yang memilki makna dan arti subjektif bagi dirinya dan dikaitkan dengan orang lain. Dalam proses melakukan tindakan sosial terdapat proses pemberian arti atau pemaknaan. Prose pemberian arti atau pemaknaan mengahsilkan symbol. Ketika tindakan sosial dilakukan oleh dua orang atau lebih maka pada saat itu dua anak manusia atau lebih sedang menggunakan atau menciptakan simbol.
Misalkan sarung dalam dunia orang dewasa dapat dimaknai dengan berbagai macam cara. Sarung bisa diinterpretasikan sebagai simbol kekolotan, keterbelakangan atau ketradisionalan. Tetapi bisa juga dimaknai sebagai simbol kesederhanaan atau kereligiusan.
b. Manusia Menggunakan Simbol untuk Saling Berkomunikasi
Manusia menciptakan simbol melalui pemberian nilai atau pemaknaan terhadap sesuatu (baik berupa bunyi, kata, gerak tubuh, benda, atau hal lainnya). Sesuatu yang telah diberi nilai atau makna disebut dengan simbol. Melalui simbol tersebut manusia saling berkomunikasi. Contoh yang paling jelas adalah bahasa, bahasa adalah simbol utama yang diperlukan dalam berkomunikasi. Oleh sebab itu sulit dibayangkan seseorang dapat berkomunikasi jika tidak dapat menguasai satupun bahasa, paling tidak bahasa isyarat. Sebuah komunikasi akan berjalan lancar jika para pihak yng terlibat dalam komunikasi tersebut menggunakan simbol yang diartikan secara bersama dan dapat dipahami secara bersama. Biasanya simbol yang dapat dipahami bersama adalah bahasa pengantar yang dapat dipakai dimana saja seperti bahasa nasional dan bahasa internasional ( bahasa Inggris).
c. Manusia Berkomunikasi Melaluai Pengambilan Peran (Role Taking)
Pengambilan peran (role taking) merupakan pengambilan peran yang mengacu pada bagaimana melihat situasi sosial dari sisi orang lain dimana dari dia kita akan memperoleh respon. Dalam proses pengambilan peran manusia menempatkan dirinya dalam kerangka berfikir orang lain. Didalam proses pengambilan peran, seseorang mempertimbangkan atau mengantisipasi peran orang lain yang dianggap sesuai dengan kebutuhan atau sering muncul dalam hidupnya, dikenal dengan significant other.
d. Masyarakat Terbentuk, Berubah dan Bertahan Berdasarkan Kemampuan Manusia Untuk Berfikir, Untuk Mendefenisikan, Untuk Melakukan Refleksi-Diri Dan Untuk Melakukan Evaluasi.
Masyarakat dibentuk, dipertahankan dan diubah berdasarkan kemampuan manusia yang dikembangkan melalui interaksi sosial. Kemampuan manusia dalam berfikri, mendefenisikan, refleksi-diri dan evaluasi berkembang melalui interaksi sosial. Jadi proses interaksi sosial sangat penting dalam mengembangkan kemampuan manusia. Dengan kemampuan tersebut, melalui proses interaksi juga, manusia membentuk, mempertahankan, dan merobah masyarakat.
4. Teori Pertukaran
Teori pertukaran melihat dunia sebagai tempat orang-orang saling bertukar ganjaran atau hadiah. Apapun bentuk perilkau sosial seperti perkawinan , persahabatan, pacaran, dan perceraian tidak terlepas dari soal pertukaran.
Asumsi teori pertukaran
a. Manusia adalah makhluk yang rasional mereka selalu memperhitungkan untung dan rugi.
b. Perilaku pertukaran sosial terjadi apabila: (1) perilaku tersebut harus berorientasi pada tujuan-tujuan yang hanya dapat dicapai melalui interaksi dengan ornag lain dan (2) perilaku harus bertujuan untuk memperoleh sarana bagi pencapain tujuan-tujuan tersebut.
c. Transaksi-transaksi pertukaran terjadi hanya apabila pihak yang terlibat memperoleh keuntungan dari pertukaran itu.
B. TEORI EKONOMI TENTANG PASAR
Permasalahan Ekonomi Mikro Dan Makro
1. Ilmu ekonomi deskriptif,yaitu ilmu ekonomi yang memaparkan secara apa adanya tentang kehidupan ekonomi suatu daerah/Negara pada suatu masa tertentu,misalnya produksi beras di jawa timur tahun 2009,Tingkat harga gula di Indonesia tahun 2009
2. Ilmu ekonomi terapan,yaitu bagian ilmu ekonomi yang membahas penerapan teori ekonomi dalam suatu rumah tangga produksi,misalnya ekonomi perbankan,ekonomi perusahaan,ekonomi moneter.
3. Teori ekonomi adalah ilmu ekonomi yang menganalisis tentang hubungan antara variabel ekonomi,misalnya pengaruh kenaikan harga BBM terhadap kenaikan harga hidup,pengaruh tingkat pendapatan terhadap pola konsumsi seseorang.
1. Teori Ekonomi Mikro
Ilmu ekonomi mikro mempelajari ekonomi secar individu,misalnya perilaku konsumen dan produsen.
Analisis ekonomi mikro terbagi:
1. teori harga; antara lain membahas tentang proses pembentukan harga, factor-faktor yang mempengaruhi perubahan permintaan dan penawaran, hubungan antara harga permintaan dan penawaran, bentuk-bentuk pasar, konsep-konsep elastisitas permintaan dan penawaran dan sebagainya.
2. teori produksi; antara lain menganalisis tentang masalah biaya produksi,tingkat produksi yang harus di pilih oleh produsen agar tujuan mencapai laba maksimum tecapai
3. teori distribusi; antara lain membahas tentang factor-faktor yang menentukan tingkat upah tenaga kerja, tingkat bunga yang harus di bayar karena penggunaan modal, dan tingkat keuntungan yang diperoleh para pengusaha.
2. Teori Ekonomi Makro
Ilmu ekonomi makro mempelajari perilaku masyarakat (Negara/bangsa) dalam memenuhi kebutuhannya(masalah agregat).
Aspek Analisa Ekonomi Makro:
1. Pendapatan Nasional
2. Neraca Pembayaran Dan Kurs Valuta Asing
3. Kesempatan Kerja
4. Inflasi
5. Pengangguran
6. Investasi
7. Pertumbuhan Ekonomi
8. Suku Bunga Perkembangan Pasar Saham